PADANG PANJANG, POTRETKITA.net - Sebanyak 20 orang penyandang disabilitas dan 20 orang kalangan perempuan, mengikuti workshop atau pelatihan inovasi seni kerajinan, masing-masingnya akan dilatih selama enam hari.
Ketua MKM Asmidar mengatakan, peserta pelatihan berjumlah 40 orang, terdiri dari 20 peserta disabilitas dan 20 peserta perempuan. Narasumbernya berasal dari praktisi dan akademisi. Sedangkan jadwal kegiatan terdiri dari 20-25 Agustus untuk kaum disabilitas, dan 26-31 Agustus untuk kaum perempuan.
Asmidar menjelaskan, Perkumpulan Makrame Kreatif Mandiri (MKM) adalah perkumpulan sosial yang bergerak pada literasi masyarakat, serta wadah pengembangan seni kerajinan, salah satunya seni kerajinan makrame yang merupakan seni rajut dari benang dan seni rupa kriya. Kegiatannya berbasis di Kelurahan Bukit Surungan.
MKM juga berperan sebagai Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) binaan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Padang Panjang.
Kegiatan workshop inovasi seni kerajinan yang dilaksanaka saat ini, difasilitasi Bidang Kebudayaan pada Direktorat Jenderal Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), dan dibuka resmi pada Sabtu (20/8/2022).
Kabid Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM, Rini Lisdayani saat membuka kegiatan ini mengatakan, pihaknya mengapresiasi Makrame, karena memperoleh bantuan dari Kemedikbud Ristek. Semoga, ujarnya, pelatihan tersebut dapat berdampak terhadap peningkatan ekonomi bagi kaum disabilitas maupun perempuan.
"Dari pelatihan ini harapannya tumbuh wirausaha baru, dapat meningkatkan perekonomian. Manfaatkan pelatihan dengan baik. Dalam perkembangannya ke depan, semoga ada yang bisa dikerjasamakan dengan Disperdakop UKM," katanya.(mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar