PADANG, POTRETKITA.net - Di tengah keluhan banyaknya warga Muhammadiyah yang 'tergusur' dari jabatan-jabatan penting di negara ini, terutama ketika dibanding dengan zaman Orde Baru (Orba), ternyata fakta bicara lain.
![]() |
| ilustrasi tribunnews.com |
Patungan informasi dari sejumlah kader Muhammadiyah, di antaranya data yang dirangkum Deki PS Chaniago, Mardi Chandra, Kasman Katik Sulaiman, Jufrizal, Desi Asmaret, Suhardin, dan kawan-kawan, di lingkaran pemerintah pusat yang saat ini dipimpin Presiden Joko Widodo, rupanya deretan warga Muhammadiyah yang mendapat berbagai amanah jabatan masih cukup panjang.
Berikut adalah sebagian kecil yang sudah terangkum dari patungan informasi itu:
1. Prof. Muhajir Effendi (Menteri Koordinator PMK)
2. Zulkifli Hasan (Menteri Perdagangan)
3. Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan)
4. Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
5. Raja Juli Antoni (Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang)
6. Prof. H.M. Syarifuddin (Ketua Mahkamah Agung)
7. Prof. Mukti Fajar (Ketua Komisi Yudisial)
8. Dr. Najih (Ketua Ombusman)
9. HM. Taufik HZ. (Wakil Ketua Komisi Yudisial)
10.Dr. Sunarto (Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial)
11.Dr. Zahrul Rabain (Ketua Kamar Pengawasan MA)
12.Prof. Amran Suadi (Ketua Kamar Agama MA)
13. Prof. Hasbi Hasan (Sekretaris MA)
14. Dr. Yasardin (Hakim Agung RI)
15. Dr. Irfan Fakhruddin (Hakim Agung RI)
16. Dr. Purwosusilo (Hakim Agung RI)
17. Dr. Mardi Candra (Askor/Panitera Muda Kamar Agama MA)
18. Hilman Latif (Dirjen Haji dan Umroh Kemenag)
19. Dr. Nurjannah Syaf (Direktur Admin Dirjen Badilag MA)
20. Candra Boy Seroza (Direktur Binganis Dirjen Badilag)
21. Syahardiantono (Kadiv Propam Polri)
22. Dr. Manager Nasution (Wakil Ketua LPSK)
23. Rita Pranawati (Wakil Ketua KPAI)
24. Dr. Jasra Putra (Komisioner/Ketua Divisi Wasmonev KPAI)
25. Fetrimen (Komisioner LSF)
26. Naswardi (Komisioner LSF)
27. Sunanto (Komisaris Utama BUMN)
28. Endang Tirtana (Komisaris BUMN)
BACA PULA : Warga Muhammadiyah tak Gunakan Cara Keras dan Kasar Mendapatkan Jabatan
Dari data yang telah terhimpun itu diyakini baru sebagian kecil. Apalagi dalam daftar di atas belum terkonfirmasi warga Muhammadiyah yang menjadi legislator, senator, pemimpin daerah, rektor, dan lain-lain.
"Pengertian mereka sebagai warga Muhammadiyah tidaklah terlalu ketat-ketat benar. Tapi biasanya gen Muhammadiyah mereka nampak, bila mereka sedang berada di lingkungan Muhammadiyah. Tambahan pula, Muhammadiyah kan juga mewakafkan kadernya untuk kebutuhan bangsa," sebut Kasman.
Jonito Vendri dari Pasaman pun mengakui, banyak warga Muhammadiyah yang diwakafkan untuk menjadi pejabat di negara ini, menjadi kebanggaan tersendiri, "Itulah yang sering terjadi, dan kita merasa, banyak pula di antara mereka itu merasa Lebih Muhammadiyah dari yang lain," ujarnya.(musriadi musanif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar