CIANJUR, potretkita.net - Sebanyak 271 jenazah korban gempa bumi Mag. 6,5 di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, sudah teridentifikasi. Tim gabungan kemanusiaan masih fokus pada pencarian dan penyelamatan korban,
![]() |
| TWITTER BNPB INDONESIA |
BERITA TERKAIT
- Bencana Lanjutan Gempa Cianjur Perlu Diwaspadai
- Korban Meninggal 268 Orang, 155 Orang Lagi Masih Dicari
- Presiden ke Cianjur Lewat Jalan Darat
"Fokus giat tanggap darurat dalam 3 x 24 jam adalah pencarian dan penyelamatan warga terdampak. Berjalan paralel, sudah tergelar 14 titik pengungsian dengan fasilitas dapur umum, tenaga medis, & logistik yang memadai dan terus disempurnakan," ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Rabu (23/11).
Menurutnya, tercatat sebanyak 90 personil dan peralatan pendukung, termasuk anjing pelacak diterjunkan ke titik pencarian. Pencarian hari ini (Rabu, red) dilakukan di Kampung Cugenang RT 02, Kampung Rawa Cina Desa Nagrak, Kampung Salakawung Desa Sarampat, dan di Warung Sate Sinta.
BNPB bersama tim gabungan juga akan terus mendorong suplai logistik dasar dan perlengkapan, sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan. Hari ini, distribusi logistik salah satnya diberikan untuk pengungsi di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang dengan menggunakan Helly BO-105 Basarnas.
Suharyanto mengakui, adanya penambahan korban jiwa yang telah ditemukan. "Per hari ini, 271 jenazah sudah teridentifikasi. Pencarian dan evakuasi gabungan dari tim SAR, BNPB, BPBD, TNI/POLRI dan relawan lebih dari 1.000 personil. Hasilnya menemukan empat orang, tiga meninggal dunia di Cugenang dan satu selamat. Masih ada korban hilang 40 orang," ujar Suharyanto saat melakukan keterang pers di Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11).
Data ini, imbuhnya, dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Cianjur, akan ditelusuri apakah termasuk yang sudah dimakamkan oleh keluarganya. Tim gabungan tanpa kenal lelah terus melakukan pencarian meski terkendala hujan.
"Pencarian dan evakuasi dilaksanakan secara terus menurus, meski hujan tim tanpa kenal lelah terus melakukan pencarian," tegasnya, sebagaimana dirilis pada laman resmi BNPB.go.id, usai menggelar jumpa pers, Rabu (23/11) sore.
Pendataan sementara, korban luka tercatat 2.043 orang dan mengungsi 61.908 orang, sedangkan kerugian materil sebanyak 56.320 rumah alami kerusakan dengan rincian rusak berat 22.241 unit rumah, rusak sedang 11.641 unit rumah dan rusak ringan 22.090 unit rumah.
Fasilitas umum lainnya juga turut terdampak, antara lain 31 unit sekolah, 124 tempat ibadah, tiga fasilitas kesehatan, dan tiga belas gedung perkantoran.
"Rumah ini didata mulai RT, RW, kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas sampai kepala OPD, kepala OPD telah diperintahkan oleh Bupati untuk ikut melakukan pendataan, di samping itu adanya bantuan dari perguruan tinggi, tim PUPR juga telah turun melakukan pendataan," tutur Suharyanto.
Terkait adanya keluhan masyarakat tentang bantuan yang belum diterima, Suharyanto mengungkapkan pendistribusian akan menggandeng perangkat desa setempat untuk memastikan kebutuhan terpenuhi.
Pendistribusian logistik, tegasnya, setiap pagi pukul 08.00 WIB, para camat mengajukan kebutuhan dan akan disiapkan armada untuk melakukan pengiriman ke kantor camat pukul 09.00 WIB setiap pagi, nanti kepala desa, babinsa dan babinkatibmas mendistribusilan ke titik-titik pengungsia.
"Masyarakat dan lembaga lain yang ingin membantu masyarakat terdampak, satu pintu melalui posko, semua bantuan akan didistribusikan ke yang berhak. Jangan distribusikan sendiri karena cuaca tidak baik, jalanan kecil, menyebabkan jalanan terhambat, ada laporan pasukan evakuasi terhambat karena itu. Kemudian banyak warga luar datang untuk menonton korban bencana, akan ditertibkan oleh TNI/Polri," lanjutnya.
Penanganan benca gempa Cianjur, selain mendapat dukungan logistik juga mendapatkan dukungan personil dari berbagai pihak.
"Relawan sudah masuk, malam ini 193 organisasi relawan siap bantu dengan 2.904 personil yang terdata. Nantinya relawan akan membantu SAR, dsitribusi logistik, pendataan dan pemenuhan kebutuhan lain," ucapnya.(*/mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar